Mengapa Emas Disebut Pelindung Nilai Terbaik Melawan Inflasi?
Istilah "emas tahan inflasi" bukan isapan jempol belaka. Secara historis, daya beli emas cenderung tetap atau bahkan meningkat ketika nilai mata uang kertas tergerus oleh inflasi.
Ilustrasi Kambing (1400 Tahun Lalu vs Sekarang)
Salah satu analogi paling klasik adalah "Kambing". Pada zaman Nabi (sekitar 1400 tahun lalu), harga 1 ekor kambing yang layak qurban adalah sekitar 1 Dinar emas (kurang lebih 4,25 gram emas 22 karat).
Bagaimana dengan hari ini? Jika harga emas per gram adalah Rp1.300.000, maka 4,25 gram bernilai sekitar Rp5.500.000. Uang segitu masih sangat cukup untuk membeli kambing kurban kualitas premium saat ini.
Bayangkan jika Anda menyimpan uang kertas senilai harga kambing tahun 1990 (misal Rp50.000). Apakah Rp50.000 hari ini bisa dapat kambing? Mungkin hanya dapat satenya saja.
Mengapa Bisa Begitu?
Emas adalah aset riil dengan suplai terbatas. Tidak bisa dicetak sesuka hati seperti uang kertas (fiat money). Ketika bank sentral mencetak lebih banyak uang, suplai uang berlimpah dan nilainya turun. Emas, karena langka, harganya dalam mata uang tersebut akan naik.